Menu
GET YOUR TICKET  

I Made Chakra

Sustainable Agriculture Developer

I Made Chakra was born to a rice farming family near Ubud in 1973, coincidentally the same year the so-called Green Revolution introduced chemical farming to Bali. Whilst the initial spread of this new unsustainable agriculture was slow during Chakra’s own childhood, his children’s generation face a different story. Chakra is dedicated to helping restore Bali’s land to its abundant heritage for them. After 4 years of studying & pioneering green tourism in UK and gaining commercial experience, Chakra has devoted himself to developing sustainable agriculture and technology across Indonesia; from tsunami-ravaged Aceh to the rice fields of Bali, where he has pioneered an effective organic Intensification System for nutritious, heritage red rice. Chakra’s knowledge and practical skills range from appropriate technology and permaculture design, training, and project management, to consultancy for international NGOs.

I Made Chakra lahir dari keluarga petani padi di dekat Ubud pada tahun 1973, di mana pada tahun yang sama terjadi Revolusi Hijau yang memperkenalkan pertanian kimia ke Bali. Sementara awal penyebaran pertanian baru yang tidak berkelanjutan ini berlansung lambat pada masa kanak-kanak Chakra, lain cerita dengan generasi anak-anaknya. Chakra berdedikasi untuk membantu memulihkan tanah Bali menjadi warisan yang melimpah bagi anak-anaknya. Setelah 4 tahun belajar & merintis pariwisata hijau di Inggris dan mendapatkan pengalaman komersial, Chakra mengabdikan dirinya untuk mengembangkan pertanian dan teknologi berkelanjutan di seluruh Indonesia; dari Aceh yang dilanda tsunami, hingga persawahan di Bali, di mana ia telah memelopori Sistem Intensifikasi organik yang efektif untuk beras merah yang bergizi. Pengetahuan dan keterampilan praktis Chakra berkisar dari teknologi tepat guna dan desain permakultur, pelatihan dan manajemen proyek, hingga konsultasi untuk LSM internasional.

Appearing In

Foundations for Change

In Bali, the Green Revolution of the 1970s and introduction of agrochemicals to increase rice yields proved detrimental to the soil, ecosystem, and long term rice productivity. The Begawan rice …