Etha Widiyanto is an Indonesian architect and activist whose long-standing passion and dedication to environmental sustainability has inspired her to co-create and actively participate in many ongoing community movements since her relocation to Bali in 1994 until the present day. Among these initiatives are the Clean Bali Series in 2006, a children’s environmental book publishing project; Iyam Sustainable in 2021, a permaculture movement focused on job security and food sovereignty; Biodynamic Bali in 2021, a biodynamic agriculture community; Bibit Pusaka Bali in 2022, a women farmers’ community dedicated to the cultivation and preservation of native seeds in Bali; and Festival Wariga in 2022, an annual permaculture course and festival. She is currently most active as co-founder, secretary, and advisor of the Asosiasi Biodinamik Indonesia in 2024, and for the past four years she has also been the researcher and editor of the BD-Wariga Calendar for biodynamic farming in Bali and Indonesia more broadly.
Etha Widiyanto adalah arsitek dan aktivis asal Indonesia yang telah lama aktif dalam berbagai gerakan lingkungan dan komunitas sejak pindah ke Bali pada 1994. Kepeduliannya terhadap lingkungan membuat Etha terlibat dalam banyak inisiatif komunitas. Beberapa di antaranya adalah Clean Bali Series pada 2006, proyek buku lingkungan untuk anak-anak; Iyam Sustainable pada 2021, gerakan permakultur yang berfokus pada ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat; Biodynamic Bali pada 2021, komunitas pertanian biodinamik; Bibit Pusaka Bali pada 2022, komunitas perempuan petani yang menjaga dan mengembangkan benih lokal Bali; serta Festival Wariga pada 2022, festival dan program tahunan tentang permakultur. Saat ini, Etha aktif sebagai salah satu pendiri, sekretaris, dan penasihat Asosiasi Biodinamik Indonesia. Selama empat tahun terakhir, ia juga menjadi peneliti dan editor BD-Wariga Calendar, kalender pertanian biodinamik untuk Bali dan berbagai wilayah di Indonesia.