Menu
 

Ni Luh Kartini

Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S. is an Indonesian academic and pioneer of organic agriculture who has spent over three decades advancing sustainable food systems. Born in Bulian Village, North Bali, she was raised in a farming community that shaped her deep respect for soil, ecology, and the interconnectedness of land and life. As a lecturer and researcher at Udayana University, she has led innovations in soil science, organic fertilisers, beneficial microorganisms, and sustainable farming systems, with a strong focus on restoring soil health. Beyond academia, she works closely with farming communities, developing the SaBiCaITaLA model and supporting organic farming villages and agro-tourism initiatives across Bali. Her contributions have been widely recognised, including the “Women Who Inspire Women” Award in 2010, the Environmental Pioneer Award from the Indonesian Ministry of Environment in 2017, and the Bali Mandara Parama Nugraha Award in the same year.

Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S. adalah akademisi Indonesia dan pelopor pertanian organik dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam sistem pangan berkelanjutan. Lahir di Desa Bulian, Bali Utara, ia tumbuh dalam komunitas petani yang menumbuhkan kepeduliannya terhadap tanah, ekologi, dan hubungan antara alam dan kehidupan. Sebagai dosen dan peneliti di Universitas Udayana, ia memimpin inovasi dalam ilmu tanah, pupuk organik, mikroorganisme bermanfaat, dan pertanian berkelanjutan, dengan fokus pada pemulihan kesehatan tanah. Di luar dunia akademik, ia bekerja sama dengan komunitas petani, mengembangkan model SaBiCaITaLA serta mendukung desa-desa pertanian organik dan agrowisata di seluruh Bali. Karyanya telah mendapat pengakuan luas, termasuk penghargaan “Women Who Inspire Women” pada tahun 2010, Environmental Pioneer Award dari Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia pada tahun 2017, serta Bali Mandara Parama Nugraha Award pada tahun yang sama.

Appearing In

A Farmer’s Life

What does it really mean to work the land today? Three Indonesian agripreneurs and scholars, Agung Wedha, Ni Luh Kartini, and Yeni Aspini, bring their firsthand experience to this panel …