Ubud Food Festival 2017 mempersembahkan cerita di balik setiap rasa

Posted: 18 January 2017 Category: Blog, News

Setelah berhasil mengajak 8,000 pencinta kuliner dari dalam dan luar negeri untuk bersama menjelajahi kuliner Indonesia selama tiga hari di tahun 2016 lalu, Ubud Food Festival (UFF) kini sedang bersiap kembali lagi untuk tahun ketiganya pada 12-14 Mei mendatang. Tema yang diusung UFF di tahun 2017 ini adalah Every Flavor is a Story atau ‘Setiap rasa adalah sebuah cerita’.

UFF17-Every Flavor is A Story_1

Tema ini adalah cerminan dari betapa luas dan panjangnya sejarah kuliner nusantara Indonesia, sehingga menghasilkan ragam kuliner yang begitu unik. Di mana ciri khas kuliner dari satu daerah ke daerah lainnya di Indonesia tidak dapat disamakan.

“UFF tahun ini akan membawa tema ‘Every flavor is a story’,” jelas Janet DeNeefe, Founder & Director UFF. “Tema ini merayakan warisan kuliner Indonesia, di mana setiap bahan masakan, resep, dan tradisi kuliner menyimpan cerita mengenai beragamnya sejarah, geografi, dan budaya nusantara.

Tema ‘Setiap rasa adalah sebuah cerita’ juga dapat dilihat sebagai refleksi dari perjalanan sebuah piring hidangan untuk dinikmati. Banyak dari kita yang sering lupa akan betapa berartinya makanan dan berapa banyak sosok yang terlibat di baliknya, seperti petani yang menanam padi dan sayuran, peternak, nelayan, pedagang yang menjual bahan makanan, produsen, hingga sosok yang memasak hidangan tersebut.

Janet melanjutkan, “Tema ini juga merefleksikan perjalanan sebuah hidangan dari petani dan peternak hingga hadir untuk dapat dinikmati; dari membangun hubungan dengan produsen lokal hingga menciptakan kesadaran masyarakat yang lebih luas akan lingkungan dan tren industri yang membentuk lanskap kuliner dunia.”

UFF yang kini semakin menjejakan posisinya sebagai festival kuliner paling besar di Indonesia akan kembali mengajak ikon-ikon kuliner terkenal Indonesia dan beberapa negara lainnya untuk tampil berbagi pengalaman juga mempertunjukan keahlian mereka, serta bekerja sama dengan restauran-restauran, produsen pangan, pelaku industri kuliner, pengusaha, serta para pencinta makan. UFF sendiri akan dipenuhi oleh program-program seperti sesi diskusi, demo masak, workshop, Special Event, pasar makanan, pertunjukan musik, pemutaran film dan masih banyak lagi.

Beberapa nama yang sudah dipastikan akan tampil pada bulan Mei mendatang adalah ‘spice sisters’ Tasia dan Gracia Seger, dua bersaudara asal Indonesia yang baru-baru ini menjadi pemenang kontes memasak di Australia. Acara yang ditayangkan di jaringan TV Australia ini sukses membawa Tasia dan Gracia mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.

Tasia dan Gracia bersama Founder & Director UFF, Janet DeNeefe juga akan ikut berlayar selama tujuh hari bersama SeaTrek Cruise menuju Pulau Komodo dan Kepulauan Sunda. Di Special Event yang diadakan selepas UFF ini mereka akan menyajikan hidangan-hidangan yang terbuat dari bahan-bahan makanan segar khas Indonesia.

Selain Tasia dan Gracia, UFF juga dengan bangga menghadirkan Profesor Winarno, sang ahli tempe yang namanya sudah mendunia serta Charles Toto, jungle chef asal Papua, yang selalu menggunakan bahan-bahan makanan asli tanah kelahirannya dan memberikan sentuhan khas Papua di hidangan-hidangan bergaya barat.

Dari ranah internasional akan hadir chef Bo Songvisava dan Dylan jones, motor di balik restauran Bo.lan di Bangkok, Thailand – kini menempati posisi nomor 37 di daftar Asia’s 50 Best Restaurants S. Pellegrino & Acqua Panna. Chef Bo dan Dylan akan berkolaborasi dengan sang ‘street food chef’, Will Meyrick dalam sebuah Special Event di restauran Hujan Locale.

27229775471_b4fa9c343b_b (1)

UFF juga menghadirkan beberapa hal baru di tahun 2017 ini, yaitu acara Kitchen Stage atau demo masak gratis berbahasa Indonesia. Empat chef dari tempat-tempat favorit di Bali yang dipastikan akan tampil di atas Kitchen Stage spesial ini adalah chef Made Runatha dan Made Janur dari MOKSA, chef Made Lugra dari The Ayung Resorts, dan Made Surjaya dari The Standing Stones.

Yang baru dari UFF lainnya adalah Fringe Events, acara-acara yang diadakan menjelang UFF di bagian lain Pulau Bali selain Ubud, seperti Seminyak dan Sanur. Kedua program baru ini dihadirkan untuk memenuhi permintaan para pencinta kuliner yang sudah sempat menghadiri UFF di tahun-tahun sebelumnya dan menginginkan lebih banyak program yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.