Menu
 

Jaqualine Wijaya

Jaqualine Wijaya is part of Eathink, an Indonesian social enterprise and sustainable food movement that encourages more nutritious and environmentally conscious food choices. As a core member of the Food Culture Alliance (FCA) Indonesia, her work focuses on reconnecting communities with ancestral knowledge and local food cultures through faith-based and community-led initiatives. Her work centres on FCA Indonesia’s long-term collaboration with the Catholic Church, building partnerships with parishes and organisations such as WKRI to explore food, ecology, and culture through storytelling, local food programmes, and community engagement. Grounded in Laudato Si’, Pope Francis’s call to care for the earth, her work connects theology, sustainability, and food culture across Indonesia, from Jakarta parishes to Festival Golo Koe in Flores.

Jaqualine Wijaya adalah bagian dari Eathink, sebuah gerakan sosial dan pangan berkelanjutan yang mendorong pola makan lebih sehat dan ramah lingkungan. Ia juga merupakan anggota inti Food Culture Alliance (FCA) Indonesia. Dalam pekerjaannya, Jaqualine berfokus pada upaya menghubungkan kembali masyarakat dengan pengetahuan leluhur dan budaya pangan lokal melalui kegiatan komunitas dan pendekatan berbasis iman. Salah satu fokusnya adalah kolaborasi FCA Indonesia dengan Gereja Katolik, termasuk kerja sama dengan paroki dan organisasi seperti WKRI untuk membahas isu pangan, ekologi, dan budaya lewat cerita, program pangan lokal, dan kegiatan komunitas. Terinspirasi dari Laudato Si’, seruan Paus Fransiskus untuk merawat bumi, karyanya menghubungkan nilai iman, keberlanjutan, dan budaya pangan di Indonesia, dari paroki di Jakarta hingga Festival Golo Koe di Flores.

Appearing In

Beyond the Recipe: How Culture Shapes the Way We Eat

This session opens with a provocation: “Farmers guard the land and sea. But who guards the knowledge of what grows there and why it matters?” The session is structured as …