| Start: 30 May 2026 | 12:15 - 13:15 | |
| Category: Food for Thought / Free Events | Venue: Rumah Kayu, Taman Kuliner. Jl. Raya Sanggingan No.88x, Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571 (Google Maps) |
| Cost: Free Entry | |
Bananas are one of the most eaten foods on the planet, and one of the most at risk. Over-reliance on monoculture farming has left crops dangerously vulnerable to disease, threatening both global supply and the biodiversity we stand to lose. In Indonesia, where bananas come in remarkable variety and run deep through culinary tradition, the stakes are both ecological and cultural. In this session, Indonesian gastronomist and researcher Meilati ‘Mei’ Batubara discusses with Amanda Katili Niode her fieldwork and latest book project Banana of the Archipelago, exploring why preserving banana diversity matters and how this everyday ingredient quietly shapes Indonesian cuisine
Pisang adalah salah satu makanan yang paling banyak dikonsumsi di dunia, tetapi kini semakin rentan terhadap penyakit akibat praktik pertanian monokultur. Kondisi ini tidak hanya mengancam pasokan pangan, tetapi juga keberagaman jenis pisang yang perlahan bisa hilang. Di Indonesia sendiri, pisang hadir dalam banyak varietas dan menjadi bagian penting dari tradisi kuliner di berbagai daerah. Dalam sesi ini, gastronom dan peneliti Indonesia Meilati Batubara berbincang bersama Amanda Katili Niode tentang riset lapangan serta proyek buku terbarunya, Banana of the Archipelago, yang mengangkat pentingnya menjaga keberagaman pisang dan perannya dalam makanan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Meilati ‘Mei’ Batubara is a culinary entrepreneur and researcher dedicated to preserving Indonesia’s rich and diverse culinary heritage. As Executive Director of Yayasan Gastronomi NUSA Indonesia, she champions sustainable food …
Amanda Katili Niode is the Chair of the Omar Niode Foundation, a non-profit focused on food, culture, and Indonesian culinary heritage. She is also a Harmoni Bumi advocate working on …